PMI PEDULI BENCANA DI INDONESIA

Ikatan Senat Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Indonesia

PMI PEDULI BENCANA DI INDONESIA

PMI PEDULI BENCANA DI INDONESIA

Penulis : Rindu Fathericson Pandiangan

Sudah lebih dari satu tahun sejak kasus awal Covid-19 diumumkan di Indonesia. Penyakit yang menyerang system pernafasan tersebut pertama kali dilaporkan masuk ke Indonesia pada 2 Maret 2020. Momen awal Corona Virus Disease (Covid) di Indonesia di sampaikan oleh Presiden Joko Widodo, dan didampingi oleh Bapak Menteri kesehatan yang saat itu dijabat oleh dr. Terawan Agus Putranto dengan dua orang warga Indonesia yang menjadi pasien pertama.

Semenjak kasus Covid-19 meningkat, banyak organisasi-organisasi Kemanusiaan yang sibuk dengan upaya mengurangi penderitaan sesama warga. Termasuk juga dengan Palang Merah Indonesia (PMI).

Perhimpunan Palang Merah (PMI) Indonesia dibentuk pada tanggal 17 September 1945. PMI merintis kegiatannya dengan membantu korban perang kemerdekaan Indonesia dan pengembalian tawanan perang sekutu maupun Jepang. Oleh karena kinerja tersebut, PMI mendapat pengakuan internasional pada tahun 1950 dengan menjadi anggota Palang Merah Internasional dan disahkan keberadaannya secara nasional melalui Keppres No.25 tahun 1959 dan kemudian diperkuat dengan Keppres No. 246 tahun 1963. Kini jaringan PMI tersebar di 30 daerah Provinsi/Tingkat I dan 323 cabang didaerah Tingkat II serta dukungan operasional 165 unit tranfusi darah di seluruh Indonesia.

Tercatat bahwa Palang Merah Indonesia atau kerab kita sebuat dengan sebutan PMI, selalu melakukan pergerakan untuk meingkatkan respon terkait penanganan Covid-19. Dan bukan hanya sampai di situ saja. Masih banyak kasus bencana yang lain, yang membuat PMI tidak bisa hanya tinggal diam. Seperti yang kita ketahui bersama saat ini bahwa Negara yang kita cintai ini yaitu bangsa Indonesia telah banyak dilanda bencana alam baik itu banjir, tanah longsor, aktivitas gunung api dan berbagai macam bencana alam ataupun non alam lainnya. Dengan kondisi yang cukup memprihatinkan tersebut, semua elemen-elemen yang terkait yang berperan dalam upaya pencegahan dan penanggulangan bencana alam saling bekerja sama untuk menangani hal tersebut. Tidak luput juga peran Palang Merah Indonesia (PMI) sebagai salah satu organisasi kemanusiaan. Hal tersebut sesuai dengan Misi dari PMI itu sendiri yakni menjadi organisasi kemanusiaan terdepan yang memberikan layanan berkulitas terhadap Masyarakat.

Sebagai sebuah organisasi kemanusiaan, PMI pun selalu tanggap dengan bencana. PMI hadir dengan menyesuaikan kapasitas yang ada, yakni evakuasi, assessment, pelayanan kesehatan dan ambulans, distribusi bantuan, distribusi air bersih, program dukungan psikososial, dapur umum, dstribusi tendon air, stasiun pengelolaan air, promosi kebersihan dan promosi kesehatan. Organisasi palang merah memang identik dengan aksi kemanusiaannya. Ada banyak kegiatan palang merah yang bermanfaat seperti aksi cepat tanggap ketika terjadi bencana hingga kegiatan amal lainnya yang bernilai positif.

Peran Palang Merah Indonesia tingkat Pusat dalam penanggulangan bencana meliputi aspek sumber daya manusia, persiapan tim bencana, fasilitas dan pendanaan yang diperlukan dalam penanggulangan dampak bencana.

Peran PMI adalah membantu pemerintah di bidang sosial kemanusiaan, terutama tugas kepalangmerahan sebagaimana dipersyaratkan dalam ketentuan konvensi-konvensi Jenewa 1949 yang telah diratifikasi oleh pemerintah Republik Indonesia pada tahun 1958 melalui UU No. 59.

Adapun Tugas Pokok PMI adalah:

  1. Kesiapsiagaan bantuan dan penanggulangan bencana
  2. Pelatihan pertolongan pertama untuk sukarelawan
  3. Pelayanan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat
  4. Pelayanan transfusi darah.

Dalam melaksanakan tugas, PMI berdasarkan 7 (tujuh) prinsip dasar kemanusiaan yaitu, kemanusiaan, kesukarelaan, kenetralan, kesamaan, kemandirian, kesatuan, kesemestaan. Salah satu tugas pokok PMI sesuai dengan mandatnya adalah memberikan pertolongan dan bantuan kepada korban bencana dengan cepat, apapun sebabnya tanpa membedakan agama, suku bangsa, bahasa, warna kulit, jenis kelamin, golongan dan pandangan. Palang Merah Indonesia dalam pelaksanaannya juga tidak melakukan pembedaan tetapi mengutamakan objek korban yang paling membutuhkan pertolongan segera untuk keselamatan jiwanya.

Berbicara organisasi kemanusiaan, pasti tidak akan pernah lepas dari nilai-nilai Pancasila. Kedua unsur tersebut saling terikat dan berhubungan. Dikata demikian, karena dalam pelaksanaan organisasi kemanusiaan tetap berpegang pada Pancasila sebagai indikator dan tolak ukur utama.

Dengan didasarkan atas keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, menjadi kewajiban bagi seluruh umat manusia untuk saling menolong dalam penderitaan tanpa membedakan agama, bangsa, suku bangsa, golongan, warna kulit, jenis kelamin, bahasa, dan pandangan politik. Dengan dilandasi rasa kemanusiaan yang adil dan beradap dan dengan didorong semangat Gerakan Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit untuk meringankan penderitaan sesama manusia dibentuklah Palang Merah Indonesia (PMI) sebagai suatu organisasi kemasyarakatan yang bergerak di bidang sosial kemanusiaan dan turut memelihara budi pekerti luhur menuju kearah terwujudnya masyarakat yang berkeadilan sosial.

Sebagai sebuah organisasi yang bergerak dibidang kemanusiaan, PMI mendapat banyak kendala, baik itu internal maupun eksternal. Hambatan internal yang dialami adalah sumber daya manusia yang masih kurang,terutama dalam hal sukarela menjadi bagian dari anggota atau tim dalam meneruskan roda kepengurusan organisasi kemanusiaan ini. Hal tersebut, membuat PMI kesusahan dalam menjalankan keorganisasian apalagi ketrampilan yang dimiliki anggota juga masih sangat kurang. Disamping itu, di PMI juga tidak ada gaji yang mengakibatkan sumber daya manusia berkurang karena semisal mendapatkan pekerjaan yang lebih menjanjikan, maka mereka akan meninggalkan PMI. Sedangkan hambatan eksternal nya adalah sebuah Kondisi finansial dan material yang merupakan penghambat dalam menjalankan misi PMI.

Tugas kemanusiaan adalah pekerjaan moral yang universal dan menjadi kewajiban masing masing dari kita. Menjadi seorang anggota palang merah berarti siap berkorban, berjuang hingga berani tampil di depan dalam setiap tugas yang diberikan kepadanya. Berkorban untuk orang yang kita sayangi adalah salah satu bentuk pembuktian. karena cinta tidak akan bisa dinilai kecuali dari seberapa besar pengorbanan kita pada orang yang kita cintai.

SEMANGAT DAN JAYA SELALU PMI…

Referensi:

Ahmad Zahid. Bencana Banjir dan Longsor Saat Pandemi. 16 Agustus 2021 https://pmi.or.id.

Ashari, A. F. (2016) ‘Analisis Peranan Palang Merah Indonesia (Pmi) Kota Madiun Dalam Mengimplementasikan Nilai-Nilai Pancasila Sila Kedua’, Citizenship Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan, 4(2), p. 429. doi: 10.25273/citizenship.v4i2.1075.

Bidang, D. and Kemanusiaan, S. (2007) ‘Peranan Palang Merah Indonesia Cabang Kabupaten Jember dalam Bidang Sosial Kemanusiaan Tahun 1980-2007 (Serli Indriyana, Dr. Eko Crys Endrayadi, M.Hum., Dra. Dewi Salindri, M.Si.)’, 3(1), pp. 337–355.

Puspasari, H. (2017) ‘Peran Palang Merah Indonesia Terhadap Penanggulangan Dampak Bencana Alam di Indonesia’, Buletin Penelitian Sistem Kesehatan, 20(4), pp. 149–155. Available at: https://ejournal2.litbang.kemkes.go.id/index.php/hsr/article/view/76.

Skagata. (2013). Pengertian dan sejarah Palang Merah Indonesia. http://wkb57.blogspot.com/20 13/05/pengertian-sejarahpalang-merah.html.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *