Kasih Sayang Ibu dan Perananya dalam Keluarga

Ikatan Senat Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Indonesia

Kasih Sayang Ibu dan Perananya dalam Keluarga

Kasih Sayang Ibu Dan Perananya Dalam Keluarga

Oleh : Nadia Zulfa Amelia

 

Keluarga merupakan salah satu faktor terdekat yang mempengaruhi tumbuh kembang anak. Ada berbagai norma, pola tingkah laku dan sistem nilai yang berlaku sebagai pengatur hubungan dalam sebuah keluarga, sehingga tercipta suasana keluarga yang harmonis, penuh kesadaran serta penuh kasih sayang satu sama lainnya. Dalam kehidupan yang dipenuhi oleh kasih sayang, maka semua pihak ditintut agar memiliki tanggung jawab, pengobranan, saling tolong menolong, kejujuran, membina pengertian dan keterbukaan sehingga tercipta suasana rukun dan damai dalam rumah tangga. Suasana yang seperti ini merupakan media yang diperlukan dalam tumbuh kembang anak karena cinta kasih merupakan bagian hidup dalam diri manusia dalam membangkitkan daya kreativitas manusia baik dalam mencipta maupun menikmati hasil budaya.

Dalam menciptakan suatu keluarga yang harmonis seorang ibu memiliki peran yang besar. Seorang ibu merupakan wanita yang memiliku beberapa sifat khas kewanitaan yang banyak dituntut dan disoroti oleh masyarakat luas. Beberapa sifat khas kewanitaan itu iantaranya (1) keindahan, (2) kelembutan dan (kerendahan hati). Citi khas wanita lainnya yang banyak disebut oleh orang awam maupun oleh para sarjana ialah: memelihara. Sifat memelihara ini kemudian dikembangkan menjadi tuntunan etnis, sebab bersumber pada cinta-kasih tanpa pamrih, disertai pengorbanan (sering juga pengorbanan diri)dan penyerahan diri(Kartini, 2006)

Pengorbanan diri yang dilakukan seorang ibu bagi anak tidak bisa diukur oleh apapun di dunia. Cinta-kasihnya, kelembutannya tidak ada yang dapat menyamainya. Dalam tumbuh kembang anak tidak sedikit peranan ibu dalam ekologi anak, yaitu peran ibu sebagai “para genetik faktor” yaitu pengaruh bilogisnya terhadap pertumbuhan janin dan pengaruh psikobiologisnya terhadap pertumbuhan post natal dan perkembangan kepribadian(Ade Benih, 2011). Disamping itu pemberian ASI/menyusui adalah periode ekstragestrasi dengan payudara sebagai “plasenta eksternal”, karena payudara menggantikan fungsi plasenta tidak hanya dalam memberikan nutrisi bagi bayi, tetapi juga sangat mempunyai arti dalam perkembangan anak seolah-olah hubungan anak-ibu tidak terputus begitu dia dilahirkan ke dunia. Rasa kasih sayang melalui hangatnya pelukan ibu pada saat menyusui akan dirasakan oleh bayinya dan menimbulkan rasa aman. Disamping itu ASI (Air Susu Ibu) juga sangat bermanfaat untuk bayi sehingga tumbuh kembang bayi yang minum ASI lebih optimal. Sebaliknya seorang ibu yang tidak dapat menyusui anaknya karena berbagai sebab, akan merasa seperti kehilangan tempat untuk mencurahkan kasih sayangnya.

Rasa kasih sayang seorang tidak berhenti sampai anak sudah Balita akan tetapi kasih sayang seorang ibu sepanjang masa menemani setiap tumbuh kembang anaknya. Anak mengalami perkembangan di usia 0-5 tahun di usia itulah anak bisa berkembang ke segala arah, yang baik maupun yang buruk. Pada masa perkembangan ini, panca indera, kreativitas, pemikiran nilai baik dan buruk, agama, sopan santun, budi pekerti, erga kebiasaan dapat dengan mudah ditanamkan. Disaat inilah peran ibu sangat dibutuhkan dan harus memberikan perhatian lebih serta dorongan yang membuat anak mendaptkan pengembangan kecerdasan moral dan kebiasaan yang baik-baik. Anak jenius itu dicetak bukan dilahirkan. Karena itu, unsur komunikasi dan kasih sayng yang memenuhi kebtuhan emosional anak justru sangat berperan mutlak dalam menciptkan anak yang jenius dan cerdas.

Ikatan antara ibu dan anak merupakan gabungan aspek psikologis dan biologis yang kompleks. Hubungan antara ibu dan anak dapat memengaruhi pertumbuhan otak, hormon pertumbuhan, dan kondisi kesehatan anak secara umum. Oleh karenanya, ibu harus menjadi nomor satu dalam mendukung tumbuh kembang anak melalui berbagai cara.

  1. Menyediakan Nutrisi

Dalam sebuah penelitian yang melibatkan anak-anak di bawah usia 12 tahun, terungkap bahwa orang tua merupakan role model anak-anak dalam hal nutrisi dan pola makan. Ada beragam nutrisi yang penting untuk terkandung dalam asupan gizi anak, seperti:

a) Ragam nutrisi penting untuk tumbuh kembang anak

Nutrisi dalam makanan berperan penting pada tumbuh kembang anak. Oleh karenanya ibu wajib menyediakan makanan dengan kelengkapan nutrisi, mencakup karbohidrat, protein, vitamin, mineral, dan lemak baik. Omega-3 dan omega-6 tergolong dalam lemak baik yang tidak bisa diproduksi tubuh, sehingga harus didapatkan dari makanan atau susu. Kandungan omega-3 dan omega-6 sangat penting bagi perkembangan dan fungsi otak anak.

b) Sumber nutrisi penting

Makanan yang merupakan sumber omega-3 terbaik adalah ikan, seperti salmon, sarden, dan ikan kembung. Sedangkan omega-6 ditemukan pada minyak nabati. Namun bila konsumsi ikan dan minyak nabati belum terpenuhi. Bunda dapat memberikan susu formula yang mengandung omega-3 dan omega-6 untuk melengkapi kebutuhan gizi Si Kecil. Demikian juga jika anak Anda tergolong suka memilih-milih makanan. Omega-3 terdiri dari EPA, DHA, dan ALA. Kandungan nutrisi yang tak kalah penting dalam susu formula pilihan adalah beta glukan, yaitu sejenis serat yang dapat membantu memperkuat daya tahan tubuh anak. Bersama dengan prebiotik seperti polidekstrosa (PDX) dan galaktooligosakarida (GOS), nutrisi yang terdapat pada susu ini juga baik untuk memelihara kesehatan saluran pencernaan Si Kecil.

  1. Menerapkan Kebiasaan Makan yang Baik

Selain memastikan asupan gizinya terpenuhi, orang tua juga perlu mendidik Anak agar Ia memiliki kebiasaan makan yang sehat. Jika orang tua lebih banyak makan di depan TV atau melakukan gaya hidup kurang aktif, maka anak pun kemungkinan besar akan memiliki kebiasaan yang sama. Jika ibu ingin anaknya memiliki kebiasaan makan yang sehat sehingga dapat tumbuh dengan baik, lakukan hal ini:

a) Jangan pernah lewatkan sarapan

Jadikan sarapan sebagai prioritas, karena sarapan menyediakan sumber tenaga bagi otak dan tubuh anak dalam memulai harinya. Anak-anak yang rutin sarapan terbukti terlindung dari risiko obesitas dan menunjukkan performa yang lebih baik di sekolah.

b) Menyediakan buah-buahan alih-alih camilan

Studi menunjukkan bahwa orang tua yang menyediakan dan menekankan pentingnya buah-buahan dan sayuran, memiliki anak-anak yang terbiasa menyantap makanan sehat. Sediakan buah-buahan dan sayuran alih-alih camilan tidak sehat yang mengandung terlalu banyak gula, garam, atau MSG.

c) Biasakan makan bersama dengan Si Kecil

Selain memilih asupan yang sehat dalam makanan dan susu Si Kecil, penting juga bagi orang tua untuk mendidiknya agar terbiasa menjalani pola makan sehat. Beberapa cara yang bisa dilakukan yaitu dengan menjadikan waktu makan saat sarapan dan makan malam sebagai momen bersama agar orang tua dan anak dapat makan bersama, dalam kesempatan itu Bunda bisa mendidik anak tentang pentingnya mengonsumsi asupan sehat. Biasakan juga agar Si Kecil tidak terbiasa makan sambil menonton TV.

d) Menstimulasi Perkembangan Anak

Menyediakan nutrisi saja belum cukup untuk mendukung tumbuh kembang anak. Selain kelengkapan gizi, tubuh kembang anak juga harus didukung oleh stimulus yang baik. Stimulasi pada lima tahun pertama kehidupan tidak hanya berdampak positif pada perkembangan otak anak di masa ini, tapi juga kemampuan belajarnya di masa depan.

 

Lakukan stimulasi untuk perkembangan kemampuan kognitif, motorik, komunikasi, dan sosial, dengan cara:

1) Kognitif

Kognitif merupakan kemampuan intelektual, seperti kemampuan membedakan suara, tekstur, mengingat, dan menganalisis masalah. Kemampuan kognitif dapat dilatih dengan mengajak anak bermain sambil belajar.

2) Motorik

Motorik mencakup kemampuan bergerak dan keterampilan koordinasi anggota tubuh. Anak yang bermasalah dalam kemampuan motorik mungkin akan kesulitan dalam belajar menulis, berenang, menggambar, menari, berbicara, atau melakukan gerakan yang memerlukan ketepatan, seperti menangkap bola.Melatih kemampuan motorik dapat dilakukan sedari dini, misalnya dengan baby gym atau senam bayi. Jika anak sudah cukup besar, melatih kemampuan motorik juga dapat dilakukan sambil bermain.

3) Komunikasi

Kemampuan komunikasi anak terkait dengan kemampuan menulis, membaca, dan menjalin hubungan interpersonal, baik saat ini maupun saat dewasa nanti. Cara melatih kemampuan ini yaitu dengan mengajak anak bicara, menyanyikan lagu, dan membacakan dongeng, bahkan sejak Si Kecil hanya mampu berkomunikasi dengan cara tersenyum atau menangis.

4) Sosial

Merangsang kemampuan sosial anak menjadi hal penting bagi anak, terutama bagi anak tunggal yang terbiasa sendiri di rumah. Bunda bisa membiarkan anak bermain dengan anak lain, dan mengajarkan anak mengenali serta mengendalikan emosi. Berbagai permainan yang melibatkan imajinasi juga dapat menstimulasi kemampuan ini, misalnya bermain boneka dan masak-masakan.

Peranan ibu sangatlah banyak dari mulai anak dalam kandungan hingga anak tumbuh menjadi dewasa. Ibu merawat anaknya dengan penuh kelembutan dan kasih sayang hingga menciptakan seorang anak yang berbakti pada keluarga. Kelembutan dan cinta kasihnya menuntun setiap langkah anaknya untuk tumbuh dan berkembang dengan baik diiringi do’a yang para ibu panjatkan di setiap sujudnya. Tidak ada satupun kekayaan di dunia yang dapat menyaingi kasih sayang seorang ibu karena kasih ibu sepanjang masa dan tidak ada duanya.

Dari sekian banyak peranan ibu dalam tumbuh kembang anak, tidak ada satupun kata keluhan yang keluar dari bibirnya. Ibu tetap menyayangi anak dengan penuh keikhlasan dan kesabaran seraya mendidik supaya sang anak bisa mencapai cita-citanya. Meskipun tidak ada yang sebanding dengan kasih sayangnya, kita harus memperlakukan ibu dengan sebaik-baiknya, menghormati mereka dan menjadi manusia yang berguna bagi mereka. Kasih sayang ibu sepanjang hayat dan perlu kita jaga kasih sayang itu sampai kita masuk ke liang lahat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sammy Sosa Responds to SVP About Answering for the 'Sins' of MLB's Steroid Era dianabol buy sun pharma challenges whistleblower complaint, calls for sebi probe